Thursday, February 1, 2018

Gambaran Klinis Umum Demensia

Demensia adalah sindrom penurunan fungsi intelektual dibanding sebelumnya yang cukup berat sehingga mengganggu aktivitas sosial dan profesional yang tercermin dalam aktivitas hidup keseharian,  biasanya ditemukan juga perubahan perilaku dan tidak disebabkan oleh delirium maupun gangguan psikiatri mayor.
Sumber: PANDUAN PRAKTIK KLINIK Diagnosis dan Penatalaknaan Demensia. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia 2015

Thursday, December 29, 2016

Pada umumnya dokter mengabaikan cara yang potensial bisa memperbaiki kesehatan

Eskalasi dukungan sosial


Insentif sosial dari teman dan keluarga bisa digunakan dalam usaha kesehatan di rumah sakit, sesuai rekomendasi para ahli.

Memperbaiki mutu hubungan dengan teman-teman dan keluarga mungkin menjadi suatu cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan pasien dan mendorong suatu kebiasaan dan perilaku sehat baru daripada sekedar memperbanyak interaksi dengan dokter atau klinisi lainnya. Dalam suatu artikel dengan sudut pandang baru, ekonomist perilaku menyarankan lima langkah bertahap untuk secara efektif melakukan kontak sosial yang bisa meningkatkan kesehatan dan untuk menguji akseptabilitas dan efektivitasnya.

Pasangan hidup dan teman-teman kemungkinan besar ada di dekat pasien saat mereka membuat keputusan yang mempengaruhi kesehatan mereka seperti memilih untuk berjalan atau menonton TV, atau apa makanan yang harus dipesan di rumah makan. Pasien juga kemungkinan besar akan memulai melakukan perilaku sehat – misalnya berolah raga—kalau ada teman yang bisa melakukannya bersama. Meskipun orang-orang sebenarnya sangat-sangat terpengaruh oleh orang-orang di sekitar mereka setiap hari dibandingkan oleh dokter atau perawat yang hanya bertemu sekali-sekali, namun interaksi yang gratis ini kadang tidak diperhatikan saat kita menyusun insentif sosial untuk kesehatan. Ini sebenarnya kesempatan yang disia-siakan.

Karena kesempatan ini tidak dimanfaatkan, dan tingginya biaya dengan dokter dan perawat yang tetap menjaga pasien-pasien mereka, maka penting untuk membuat suatu jejaring sosial yang mencantumkan support sosial yang telah pasien miliki, dan mengizinkan organisasi untuk menguji keterterimaan mereka. Pertimbangan mengenai privasi seringkali menjadi alasan mengapa dokter dan rumah sakit menghindari untuk menyusun dukungan sosial. Tapi meskipun privasi sangat penting bagi pasien untuk keadaan tertentu, lebih sering pasien menginginkan teman-teman dan keluarga mereka membantu dalam menghadapi penyakit diabetes yang mereka derita dan teman-teman dan keluarga tersebut ingin melihat orang-orang bisa mengendalikan kesehatannya.

Penulis membuat suatu tahapan dukungan sosial yang semakin meningkat dari tidak ada keterlibatan sosial sama sekali – misalnya ketika pasien minum obat sebagai bagian dari rutinitas, tanpa ada yang melihat mereka melakukannya atau menjaganya tetap akuntabel—menuju suatu desain yang bertumpu pada reputasi atau insentif ekonomis dan melibatkan tim atau desain lain yang menjaga pasien bertanggung jawab terhadap perilaku dan kebiasaan sehatnya.

Meskipun kita tidak biasanya berpikir mengenai kompetisi atau kerjasama antara pasien merupakan bagian dari penanganan penyakit kronik seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, atau diabetes, penelitian menunjukkan bahwa perilaku itu bisa “menular” dan program yang memanfaatkan keuntungan dari hubungan alami ini bisa jadi sangat efektif. Kebanyakan interfensi kesehatan disusun untuk pasien perorangan, namun saat ini tengah berkembang pesat penelitian yang menunjukkan bahwa organisasi “health care” bisa menggunakan strategi interaksi sosial untuk meningkatkan kesehatan pasien yang ingin terlibat dalam aktivitas atau kompetisi tim yang menyasar pada peningkatan kesehatan.

Sebagai contoh, pada anak tangga ke empat, di mana insentif sosial didesain dengan dukungan resiprokal, dirujuk sebuah studi di mana beberapa pasien dengan diabetes diminta untuk mengobrol dengan teman mereka seminggu sekali via telepon – suatu teknik yang disebut sebagai mentorship resiprokal—dan yang lain mendapatkan manajemen tipikal dari perawat. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang bekerja sama dengan temannya menunjukkan penurunan kadar glycated hemoglobin yang lebih bermakna daripada mereka yang diarahkan oleh staff klinis.

Kesehatan itu sudah pasti penting, tapi siapa bilang kesehatan tidak bisa sosial?.

Sumber:
David A. Asch, Roy Rosin. Engineering Social Incentives for Health. New England Journal of Medicine, 2016; 375 (26): 2511 DOI: 10.1056/NEJMp1603978

Sunday, December 13, 2015

Perbedaan Klasifikasi Trauma Medula Spinalis Frankel dan ASIA Impairment Scale (AIS)

Klasifikasi Frankel pada artikelnya tahun 19691

Sebenarnya ASIA Impairment Scale mengikuti sistem klasifikasi trauma medula spinalis yang dipopulerkan oleh Frankel, namun ada beberapa perbedaan, yaitu:
  1. Tidak mengatakan bahwa "Tidak ada fungsi di bawah level trauma", ASIA A adalah tidak ada fungsi motorik maupun sensorik pada segmen sakral S4-S5.
  2. Pada dasarnya klasifikasi B pada Frankel sama dengan AIS, dengan tambahan harus ada fungsi sensorik pada S4-S5, bisa berupa light touch, pin prick atau deep anal pressure DAN tidak ditemukan fungsi motorik lebih dari 3 tingkat di bawah level motorik masing-masing sisi.
  3. Pada klasifikasi Frankel C dan D menyatakan adanya fungsi motorik di bawah level trauma neurologis dan pemeriksa harus bisa menentukan bahwa fungsi yang ada itu berguna atau tidak bagi pasien, dan pada Frankel D disebutkan bahwa pasien bisa menggerakkan kaki. Hal ini memperbesar subyektifitas, dan kurang memperhatikan fungsi tangan dan lengan. Pada AIS C, menyatakan bahwa ditemukan fungsi motorik di bawah level neurologis, namun lebih dari separuh otot kunci di bawah level neurologis itu memiliki kekuatan kurang dari 3. Bila lebih dari separuh otot kunci di bawah level neurologis memiliki kekuatan lebih atau sama dengan 3 maka dimasukkan ke dalam AIS D.
  4. Untuk bisa masuk dalam kategori C atau D, yaitu "motor incomplete", harus ditemukan voluntary anal contraction, ATAU ditemukan fungsi sensorik pada S4-S5 ditambah adanya fungsi motorik tiga tingkat di bawah level motorik masing-masing sisi.2

Sumber: 
  1. Frankel HL, Hancock DO, Hyslop G, Melzak J, Michaelis LS, Ungar GH, Vernon JD, Walsh JJ. The value of postural reduction in the initial management of closed injuries of the spine with paraplegia and tetraplegia. Spinal Cord. 1969 Nov 1;7(3):179-92.
  2. Spinal Cord Injury Levels and Classification

Saturday, February 14, 2015

Fakta Mengenai Otot Intrinsik Tangan Manusia

  1. Merupakan kelompok otot yang kecil2
  2. Mereka berada di telapak tangan. Tidak ada yang di punggung tangan.
  3. Menggerakkan karpal dan metakarpal.
  4. Berguna pada gerakan yang butuh presisi tinggi
  5. Adduktor dan abduktor utama untuk jari-jari.
  6. Melakukan oposisi; menggerakkan ibu jari menuju kelingking.
  7. Terbagi 3 kelompok lagi yaitu:
    • Eminensia tenar (tonjolan jempol): tersusun atas otot fleksor pollicis brevis, Opponens pollicis, dan abductor pollicis brevis. Satu otot lagi yaitu adductor pollicis brevis yang letaknya lebih dalam dan dipersarafi oleh nervus ulnaris, di mana semua otot-otot thenar dipersarafi oleh n. medianus.
    • Eminensia hipotenar (tonjolan kelingking): Opponens digiti minimi, fleksor (flexor digiti minimi brevis), abduktor (abductor digiti minimi) dan palmaris brevis. Otot ini biasanya dipersarafi oleh n. ulnaris.
    • Otot-otot lumbrical dan interossei. Ada 4 otot lumbricals dan 7 otot interossei.
      • otot interossei dibagi menjadi 2 lagi:
        • 4 dorsal interossei
        • 3 palmar (kadang disebut juga volar) interossei
sumber: Wheeless’ Textbook of Orthopaedics

Wednesday, October 15, 2014

Regio-regio pada tubuh manusia

  1. regio deltoidea = bagian bahu, di otot deltoid
  2. regio sternocleidomastoidea = pada leher di otot sternocleidomastoideus
  3. regio cervicalis anterior = daerah leher depan
  4. regio cervicalis lateralis =  daerah leher samping
  5. trigonum clavipectorale = 
  6. regio presternalis
  7. regio pectoralis
  8. regio axillaris
  9. regio mammaria
  10. regio inframammaria
  11. regio brachii anterior
  12. regio cubitalis anterior/ fossa cubitalis
  13. regio antebrachii posterior
  14. regio antebrachii anterior
  15. dorsum manus
  16. regio epigastrica
  17. regio hipocondriaca
  18. regio umbilicalis
  19. regio abdominalis lateralis
  20. regio pubica/ hypogastrium
  21. regio inguinalis
  22. regio urogenitalis
  23. trigonum femoris
  24. regio femoris anterior
  25. regio genus anterior
  26. regio cruris posterior
  27. regio cruris anterior
  28. regio dorsum pedis
  29. regio parietalis
  30. regio occipitalis
  31. regio cervicalis posterior
  32. regio scapularis
  33. regio vertebralis
  34. regio brachii posterior
  35. regio infrascapularis
  36. regio lumbalis
  37. regio cubitalis posterior
  38. palma [vola]
  39. regio sacralis
  40. regio glutealis
  41. regio analis
  42. regio femoris posterior
  43. regio genus posterior
  44. regio surae
  45. dorsum pedis
  46. calx (regio calcanea)
  47. planta

 

 

 

Tuesday, October 14, 2014

Sistem Kerangka manusia

Sistem kerangka manusia terdiri atas tulang dengan berbagai bentuk dan struktur. Berdasarkan struktur dan bentuk tulang, tulang-tulang yang menyusun system tersebut dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Tulang Panjang
  2. Tulang Pendek
  3. Tulang Pipih
  4. Tulang Berisi Udara
  5. Tulang Ireguler
  6. Tulang sesamoid
  7. Tulang asesori


     

Tulang Panjang

Tulang panjang atau Bahasa latinnya ossa longa adalah tulang yang bentuknya panjang. Contoh tulang dalam kelompok ini adalah tulang-tulang berlubang tengah (hollow bone) pada anggota gerak (tangan dan kaki) kita. Dua dari tulang tersebut adalah tulang paha (femur) dan tulang lengan atas (humerus).


 

Tulang Pendek

Bahasa latin untuk kelompok ini adalah ossa brevia misalnya tulang-tulang pada pergelangan tangan (ossa carpi) dan pergelangan kaki (ossa tarsi).


 

Tulang Pipih

Jenis tulang ini disebut ossa plana dalam Bahasa latin, bentuknya tentu saja pipih hampir seperti lembaran. Contohnya adalah tulang iga (ossa costae), tulang dada (os sternum), tulang-tulang pada pinggang dan tengkorak kita.


 

Tulang berisi udara

Tulang-tulang ini terutama terdapat disekitar hidung seperti tulang rahang atas (maxilla), tulang dahi (Os Frontale). Bahasa latin untuk kelompok ini adalah ossa pneumatica.


 

Tulang Ireguler

Tulang-tulang ini tidak dapat disertakan dalam kelompok yang ada karena bentuknya cenderung tidak beraturan. Semacam tulang-tulang ini adalah mandibula (rahang bawah), dan tulang-tulang belakang (ossa vertebrae).

Tulang Sesamoid

Ossa sesamoidea adalah tulang yang terbenam dalam tendon, semisal tulang lutut (patella) dan os piriformis.


 

Tulang Asesori

Tulang-tulang ini biasanya tidak ditemukan pada semua manusia. Misalnya tulang pada sutura tengkorak manusia, atau tulang iga pada segmen servikal tulang belakang. Dalam bahasa latin disebut ossa accesoria.

Tuesday, August 19, 2014

Belajar lagi jadi dokter sana!!!

Memang iya, menjadi dokter harus belajar terus. Harus terus membaca dan mengasah keterampilan. Ini semua demi kebaikan pasien, dan kebaikan dokternya sendiri. Kalau malas belajar, ya tidak usahlah jadi dokter, bisa membawa bahaya bagi pasiennya nanti.
Saya merasa sebagai dokter, sangat banyak kekurangan. Tapi yang paling saya rasakan akhir-akhir ini adalah kekurangan saya dalam keterampilan berkomunikasi. Ternyata untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain, dengan harapan dia akan bertindak menuruti penyampaian tersebut, sama sekali tidak mudah. Dan keterampilan seperti ini, hampir tidak pernah diajarkan secara khusus di bangku kuliah maupun saat menjadi ko-asisten di rumah sakit.
Ingin rasanya saya ikut kursus komunikasi efektif, kalau ada yang mengadakan. Ingin belajar lagiiii.

Wednesday, August 6, 2014

Arti kata ulkus atau ulcer

Ulkus atau ulcer tidak lain adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan luka. Pada permukaan apa saja baik kulit ataupun mukosa.